Judul : Konfigurasi OSPF Single Area Bagian 1
link : Konfigurasi OSPF Single Area Bagian 1
Konfigurasi OSPF Single Area Bagian 1
Dalam implementasinya Ketika mengimplementasikan Routing Dinamis Menggunakan Routing Protocol OSF bisa dilakukan dengan Single Area atau Multi Area. Jika jaringan sudah melebihi 50 Router sebaiknya menggunakan Multi Area. Ditutirial ini akan dibahas cara kerja OSPF Single Area dan bagaimana impleentasi / konfigurasinya..
Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah protokol routing otomatis (Dynamic Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi routing antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. .
Review Terlebih dahulu Cara Kerja OSPF
1. Router yang menjalankan OSPF hanya akan bertukar informasi Routing dengan Router OSPF Lainnya. Yang berada dalam satu AS (Autonomus System)
2. Router OSPF akan mengirimkan Paket OSPF untuk membangun Link State Database yang nantinya akan dihasilkan Tabel Routing
3. Dapat bekerja dengan konsep hirarki karena dapat dibagi berdasarkan konsep area.
4. Routing update hanya dikirimkan bila terjadi perubahan dalam jaringan dan dikirimkan secara multicast.
5. Secara default nilai Administratice Distance 110.
Konsep Area Pada OSPF
Routing OSPF di implementasikan dalam Konsep Area, admin jaringan dapat menentukan sendiri area yang akan dibentuk beserta router mana saja yang akan menjadi anggota dari area tersebut. Untuk mengidentifikasi Area maka setiap area ditandai dengan id area. Dalam penerapan OSPF area terdiri dari Backbone Area dan Regular Area.
Autonomus System
Autonomous System (AS) adalah sebuah gabungan dari beberapa jaringan yang sifatnya routing dan memiliki kesamaan metode serta policy pengaturan network, yang semuanya dikendalikan oleh sebuah network operator.
Area adalah system grouping yang digunakan diprotocol OSPF yaitu gabungan dari beberapa router IR(Internal Router) yang berjumlah < 80 router
Selain itu dengan dipisahkannya router-router OSPF menjadi beberapa area. Maka penggunaan bandwith saat terjadinya pengiriman informasi routing dapat dihemat. Ini karena informasi routing (LSU) tidak perlu memuat keseluruhan informasi jaringan, cukup untuk area tertentu saja.
Berikut Langkah-Langah Untuk Mengkonfigurasi OSPF Single Area
1. Mengaktifkan Routing Protocol OSPF pada interface
2. Mendefinisikan Router ID
3. Membuat Regular Area
4. Melakukan Advertise Network di Masing-masing Router
5. Melakukan Ujicoba dan Cek Informasi Entry Routing
Skenario dan Topologi Jaringan yang akan di bangun dengan OSPF
Pada implementasi ini terdapat Tiga buah router yang nantinya akan saling terhubung menggunakan OSPF Routing, yaitu Router gateway, Router Departmen IT dan Router Departmen Umum. Dimana Jarak antar Router Berada dalam satu Gedung Topologinya Terlihat Seperti pada gambar dibawah ini:
Penjelasan Topologi
· Router Gateway mendistribusikan IP Address ke R1 dan R2 melalui Network Address 9.9.9.0/24 pada interface Ether4
· R1 Mendapat IP address 9.9.9.3 dan R2 Mendapat IP 9.9.9.4 Melalui Fungsi DHCP Client pada masing-masing Router
· Antar Router dan Jaringan LAN Department IT dan Department Umum Harus Bisa Berkomunikasi
· Bisa Berbagi Resource Jaringan seperti Akses Server, File Sharing, dan lainnya.
Demikian Penjelasan Bagian 1, Selanjutnya Masuk ke Bagian 2 Konfigurasi OSPF
Salam Padepokan IT
Demikianlah Artikel Konfigurasi OSPF Single Area Bagian 1
Sekianlah artikel Konfigurasi OSPF Single Area Bagian 1 kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan artikel ini.